Jumat, 26 Agustus 2011

50 PUISI YANG LOLOS DALAM UNDANGAN SEPTEMBER

50 PUISI YANG LOLOS DALAM UNDANGAN SEPTEMBER

oleh Lily Husain pada 25 Agustus 2011 jam 23:15

Assalamualaikum,

Sebelumnya kuucapkan ribuan terima kasih pada seluruh pengirim puisi. Mohon maaf bila kami tidak bisa memilih seluruh puisi untuk ikut diterbitkan. Sungguh, itu bukan karena puisi tersebut tidak memiliki arti, justru karena semua puisi yang masuk memiliki nilai tersendiri yang tidak bisa dipungkiri kelihaiannya.

Puisi-puisi terpilih ini akan kami kirimkan ke penerbit Major, berharap mereka tertarik dan mengijinkan puisi-puisi kita hidup di tengah-tengah masyarakat dan menjadi inspirasi tersendiri untuk orang lain. Namun bila ternyata kita tidak bisa menembus Major, maka ke-50 puisi terpilih akan tetap dibukukan lewat penerbitan indie. Dan sesuai yang tercantum dalam undangan yang telah diposting pertama kali, bahwa apabila karya-karya terpilih diterbitkan secara indie, maka para kontributor tidak mendapat royalti, tetapi 10 kontributor terpilih (berdasarkan pilihan Juri) akan mendapatkan @ 1 bukti terbit.

Nurhikmah Taliasih - Al Mutayyamam

Endang Ssn - Isyarat [Tak Terkatakan]

Reza Anindita - Elegi Teroris

Niken Larasati - 30 Hari

Sigit Dwi Wintono - Hujan September

Sri Siska Wirdaniyati - 30 September

Rhien Queen - 23 September

Ben Santoso - Dimana Kau

Rosikhul Iman - Embun September

Tiantium - Jadikan Langit Sandaran

Leilani Mei Harini - Mahligai Sajak September

Ichsan 'kidnep' Effendi - Bulan Sembilan

Rochillah Abdul Djamil - September Kau Pilih Dia

Danney Dunis - Epilog Sunyi

Rhien Queen - September Kelabu

Moh. Ghufron Cholid - Dalam debar enam belas daun September

Dafriansyah Putra -Wanita Peluru

Tubägus Rangga Efarasti - Yang kucari dan kucari dalam hatimu

Arbie Sheena - Penantian September

Yieni Firnawati Ma'ruf - September Berduri

Prastiwi Bhakti Nurani - Kontemplasi Bulan September

Mas Adi III - Sajak tahun A di Langit B

Mahdi Idris - September, Kerinduan dan Cinta

Sandza - Gertak Bumi Awal September 2009

A'yat Khalili - September Airmata Beku

Ichsan 'Kidnep' Effendi - Bintangku

Yuli Harmita - September 22 Tahun yang Lalu

Qia Qomaro - September yang Pasi

Fransiska S Manginsela - Septemberku Meninggalkan Tanya

Dian Arif Kurniadi - Maaf Saya MeninggalkanMua karena dia

Iqbal Yaqob - Kenangan di Bulan September

Khairul Umam - Catatan September

Subaidi Pratama - Memoar Akhir September

Imam Sonhaji - Lelaki Cakrawala

Sandza - Mencumbu Aroma Tanah Basah

Alaysa Nichmatul Alaniah - Hanya September Patah

Novela Nian - Aku Bukan Pesona September

Lauh Kusnandar - Romansa September

Ratna Aulia - Septemberku, Selalu Pelangi

Vindy Ganti-na - September Berdarah

Zainul Muttaqien - Air Mata Kemarau dalam September

Levina Nyt - Kelu Pena September

Nadia Sarah Adzani - Tarian September

Farhan Yusuf Rizza - September ini

Jefri Setyawan - September Bertanya

Media Purnama Geni - September In Memorian

Imagine Eres - September yang tenang Selepas Hujan

Nyi Penengah Dewanti - September Nyilu

Nurlaili Sembiring - September Membingkai Asa

Gea Harovansi - Ketika September di tengah-tengah

Untuk 3 pemenang Undangan Menulis Puisi September tolong inbox alamat lengkap dan no. HP yang akan diisi pulsa. Dan 7 Kontributor terpilih lainnya juga jangan lupa inbox no. HP ya.

Seluruh Kontributor diberikan ijin untuk memperbaiki puisinya (dari segi layout dan pembenahan EYD) dan akan dihubungi untuk informasi lebih lanjut mengenai penerbitan Antologi Puisi ini.

Kepada pengirim puisi yang belum berhasil menjadi kontributor, jangan berputus asa karena kesuksesan itu diukur dari usaha dan perjuangan untuk mendapatkan hasilnya bukan dari hasilnya.

Akhir kata, terima kasih dan salam pena.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kayla Firly El Leilani Cetta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar