50 PUISI YANG LOLOS DALAM UNDANGAN SEPTEMBER
oleh Lily Husain pada 25 Agustus 2011 jam 23:15
Assalamualaikum,
Sebelumnya kuucapkan ribuan terima kasih pada seluruh pengirim puisi. Mohon maaf bila kami tidak bisa memilih seluruh puisi untuk ikut diterbitkan. Sungguh, itu bukan karena puisi tersebut tidak memiliki arti, justru karena semua puisi yang masuk memiliki nilai tersendiri yang tidak bisa dipungkiri kelihaiannya.
Puisi-puisi terpilih ini akan kami kirimkan ke penerbit Major, berharap mereka tertarik dan mengijinkan puisi-puisi kita hidup di tengah-tengah masyarakat dan menjadi inspirasi tersendiri untuk orang lain. Namun bila ternyata kita tidak bisa menembus Major, maka ke-50 puisi terpilih akan tetap dibukukan lewat penerbitan indie. Dan sesuai yang tercantum dalam undangan yang telah diposting pertama kali, bahwa apabila karya-karya terpilih diterbitkan secara indie, maka para kontributor tidak mendapat royalti, tetapi 10 kontributor terpilih (berdasarkan pilihan Juri) akan mendapatkan @ 1 bukti terbit.
Nurhikmah Taliasih - Al Mutayyamam
Endang Ssn - Isyarat [Tak Terkatakan]
Reza Anindita - Elegi Teroris
Niken Larasati - 30 Hari
Sigit Dwi Wintono - Hujan September
Sri Siska Wirdaniyati - 30 September
Rhien Queen - 23 September
Ben Santoso - Dimana Kau
Rosikhul Iman - Embun September
Tiantium - Jadikan Langit Sandaran
Leilani Mei Harini - Mahligai Sajak September
Ichsan 'kidnep' Effendi - Bulan Sembilan
Rochillah Abdul Djamil - September Kau Pilih Dia
Danney Dunis - Epilog Sunyi
Rhien Queen - September Kelabu
Moh. Ghufron Cholid - Dalam debar enam belas daun September
Dafriansyah Putra -Wanita Peluru
Tubägus Rangga Efarasti - Yang kucari dan kucari dalam hatimu
Arbie Sheena - Penantian September
Yieni Firnawati Ma'ruf - September Berduri
Prastiwi Bhakti Nurani - Kontemplasi Bulan September
Mas Adi III - Sajak tahun A di Langit B
Mahdi Idris - September, Kerinduan dan Cinta
Sandza - Gertak Bumi Awal September 2009
A'yat Khalili - September Airmata Beku
Ichsan 'Kidnep' Effendi - Bintangku
Yuli Harmita - September 22 Tahun yang Lalu
Qia Qomaro - September yang Pasi
Fransiska S Manginsela - Septemberku Meninggalkan Tanya
Dian Arif Kurniadi - Maaf Saya MeninggalkanMua karena dia
Iqbal Yaqob - Kenangan di Bulan September
Khairul Umam - Catatan September
Subaidi Pratama - Memoar Akhir September
Imam Sonhaji - Lelaki Cakrawala
Sandza - Mencumbu Aroma Tanah Basah
Alaysa Nichmatul Alaniah - Hanya September Patah
Novela Nian - Aku Bukan Pesona September
Lauh Kusnandar - Romansa September
Ratna Aulia - Septemberku, Selalu Pelangi
Vindy Ganti-na - September Berdarah
Zainul Muttaqien - Air Mata Kemarau dalam September
Levina Nyt - Kelu Pena September
Nadia Sarah Adzani - Tarian September
Farhan Yusuf Rizza - September ini
Jefri Setyawan - September Bertanya
Media Purnama Geni - September In Memorian
Imagine Eres - September yang tenang Selepas Hujan
Nyi Penengah Dewanti - September Nyilu
Nurlaili Sembiring - September Membingkai Asa
Gea Harovansi - Ketika September di tengah-tengah
Untuk 3 pemenang Undangan Menulis Puisi September tolong inbox alamat lengkap dan no. HP yang akan diisi pulsa. Dan 7 Kontributor terpilih lainnya juga jangan lupa inbox no. HP ya.
Seluruh Kontributor diberikan ijin untuk memperbaiki puisinya (dari segi layout dan pembenahan EYD) dan akan dihubungi untuk informasi lebih lanjut mengenai penerbitan Antologi Puisi ini.
Kepada pengirim puisi yang belum berhasil menjadi kontributor, jangan berputus asa karena kesuksesan itu diukur dari usaha dan perjuangan untuk mendapatkan hasilnya bukan dari hasilnya.
Akhir kata, terima kasih dan salam pena.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kayla Firly El Leilani Cetta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar